TUGAS SOFTSKILL
(TEORI ORGANISASI UMUM 2#)
NAMA : HARUM RAHAYU
KELAS : 2KA09NPM : 19113721
DOSEN : Elvia Fardiana
Daftar Isi
KataPengantar………………………………………...……………..............................…...2
Daftar Isi………………………………….....................................…..................…………..3Bab 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang………………………..………………………………...............................….4
Ruang Lingkup………………..…………………………………………………....................4
Rumusan Masalah……………………….…………………………………............……...….4
Tujuan……………………………………………...……………................……………...….5
Bab 2
PEMBAHASAN
Sistem Ekonomi Dunia.………………………………………………….............…………….6
Sistem Perekonomian Indonesia(Sejarah,Tokoh Pencetus)…...……………...........…………....7
Dasar Hukum/Landasannya…………………...............…...............…………………….....…7
Faktor Yg Menentukan Permintaan Barang……….……………..............................……….…8
Soal Pilihan Ganda Beserta Jawaban..........................................................................................9
Bab 3
KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan………………………………………....………………………………………..10
Saran………………………………………………..............……………………………….10
Daftar Pustaka.........................................................................................................................10
Kata Pengantar
Puji dan syukur
saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
bimbingan-Nya makalah Teori Organisasi Umum yang bertema “
Perekonomian,Penawaran & Permintaan“ ini dapat diselesaikan. Saya juga
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Elvia Fardiana selaku Dosen Teori
Organisasi Umum 2, Universitas Gunadarma. Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2(Softskill). Saya menyadari makalah
ini belum sempurna.
Oleh karena itu,
saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, demi kesempurnaan
pembuatan makalah ini di hari yang akan datang. Saya ingin mengucapkan terima
kasih kepada beberapa pihak yang telah berjasa dalam penyusunan makalah ini.
Semoga Tuhan membalas kebaikannya dengan berkat yang lebih besar. Terima kasih.
saya berharap semoga makalah ini
bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi pembaca.
Depok, 22 Maret 2015
Bab 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara kita lahir sebagai negara yang berdaulat dengan
memiliki eksistensi yang tergambar dalam cermin karakteristik unik dan dibangun
berdasarkan pada dasar negara dan undang-undang serta hukum tertentu. Begitu
pula dalam perekonomian Indonesia kita berpijak berdasarkan landasan-landasan
yang terbentuk dalam pasal yang terdapat didalam undang-undang. Salah satunya, pada
amandemen pasal 33 UUD 45.
Berangkat dari pasal tersebut, perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan atas asas kekeluargaan. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi,
kemakmuran bagi semua orang. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan
kemakmuran orang-perorangan. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung
dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat, harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat semata.
Dari uraian tersebut di atas dapat dikemukakan secara lebih ringkas bahwa
ekonomi Indonesia disusun bukan pada polar tertentu. Namun, perekonomian
disusun dengan memadukan berbagai ciri dari tata ekonomi yang berada pada garis
sepanjang polar tata ekonomi, dengan memberikan penguatan berbasis pada
karakteristik sebagai kekhasan bangsa Indonesia.
1.2 Ruang Lingkup
Penelitian ini mencakup mengenai teori
organisasi umum pada definisi metodologi ekonomi,masalah pokok ekonomi &
pengaruh mekanisme harga,sistem perekonomian dan penentuan permintaan &
penawaran .
1.3 Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas maka
dapat dirumuskan permasalahan berikut :
1. Ada berapa Sistem Ekonomi didunia ?
2. Apa nama sistem perekonomian di
Indonesia(sejarah,tokoh pencetus,dll) ?
3. Apa dasar hukum/landasannya ?
4.
Faktor-Faktor apa yang menentukan permintaan terhadap suatu barang ?
1.4 Tujuan
1. Memenuhi tugas softskill.
2. Untuk mengetahui lebih
jauh tentang Perekonomian Dunia.
3. Untuk mengetahui tata kerja
Perekonomian Indonesia.
4. Untuk lebih memahami
pengertian Perekonomian,Penawaran & Permintaan.
Bab 2
PEMBAHASAN1. Sistem Ekonomi Dunia
Sistem ekonomi yang pertama kali muncul dan
dikenal di dunia adalah sistem ekonomi tradisional. Seiring dengan perkembangan
dan kemajuan zaman sistem ekonomi tradisional mulai ditinggalkan oleh banyak
negara-negara di dunia. Oleh karena itu pada dewasa ini kita mengenal ada tiga macam sistem ekonomi yang
digunakan oleh negara-negara di dunia, yakni:
1. Sistem Ekonomi Liberal
2. Sistem Ekonomi Sosialis
3. Sistem Ekonomi Campuran
1. Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal dikenal juga dengan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi
liberal adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala
bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya.
Pada sistem ekonomi liberal, pengelolaan
perekonomian sepenuhnya diatur oleh kekuatan pasar (yakni kekuatan permintaan
dan penawaran). Artinya individu atau swasta diberi wewenang penuh dalam
mengelola perekonomiannya. Wewenang pemerintah dalam hal ini terbatas, mencakup
keselamatan dan kelangsungan hidup warga negara. Seperti misal, larangan
memproduksi obat bius dan obat-obatan terlarang lainnya. Terdapat kebebasan
individu yang besar dalam melakukan kegiatan ekonominya.
Penggagas
sistem ekonomi liberal adalah Adam Smith. Dia menuangkan idenya ini di
dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776). Di dalam
bukunya tersebut, Adam Smith mengatakan bahwa “kemakmuran suatu negara akan
terwujud bila setiap individu diberikan kebebasan yang seluas-luasnya untuk
mencapai kemakmuran, sehingga kehidupan ekonomi dapat berjalan secara bebas
sesuai dengan mekanisme pasar.
Yang menjadi latar belakang munculnya sistem ekonomi
liberal ini adalah paham yang berpendapat bahwa manusia dilahirkan ke dunia
disertai segala macam hak dan kebebasan berupa hak dan kebebasan untuk
berproduksi, distribusi, dan konsumsi. Sistem ekonomi liberal dianut oleh
sebagian besar negara-negara di dunia, terutama di negara-negara Eropa Barat,
Amerika, Kanada, dan Australia.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal
a.
Bebas memiliki alat-alat dan sumber-sumber produksi, baik perorangan maupun
kelompok
b.
Hak milik perorangan dijamin sepenuhnya
c.
Kegiatan ekonomi sebagian besar dilakukan oleh swasta
d.
Campur tangan pemerintah sangat sedikit atau terbatas
e.
Modal mempunyai peran yang terpenting dalam kegiatan ekonomi
f.
Bebas bersaing dengan cara apa pun
g.
Didorong oleh motif memperoleh laba sebesar-besarnya
Kelebihan dari sistem ekonomi liberal, antara lain:
a.
Setiap individu diberi kebebesan dan kesempatan untuk berusaha
b.
Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi
c.
Setiap individu bebas memilih bidang usaha yang disukainya
d.
Persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan untuk maju
e.
Produksi barang dan jasa berdasarkan kepada kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan
masyarakat.
kekurangan sistem ekonomi liberal:
a.
Kebebasan berusaha menyebabkan adanya kelompok yang sangat dominan, sementara
ada kelompok yang lemah
b.
Menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat
c.
Menimbulkan penindasan (eksploitasi) terhadap manusia karena mengejar
keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya
d.
Tidak ada pemerataan pendapatan karena setiap individu berlomba-lomba mencari
keuntungan.
1.
Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis ini dipelopori oleh Karl
Marx, yang berawal dari penolakannya terhadap sistem ekonomi liberal yang
telah dipelopori oleh Adam Smith. Dia berpendapat selama tuan tanah atau
pemilik modal diberikan kekuasaan dalam mengelola ekonomi maka kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat tidak akan pernah tercapai justeru akan terjadi perbudakan
dan akan memunculkan kelas-kelas di dalam masyarakat. Oleh karena itu Karl Marx
merancang sistem ekonomi sosialis untuk mematahkan paham ekonomi liberal.
Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi
terpusat, karena semua pengelolaan perekonomian sepenuhnya diatur oleh
pemerintah. Jadi yang dimaksud dengan sistem ekonomi sosialis adalah suatu
sistem ekonomi di mana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan
oleh pemerintah.
Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem
perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak
adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah
harus ikut campur dalam perekonomian. Tetapi justeru karena sangat besarnya
campur tangan pemerintah, mengakibatkan potensi dan daya kreasi masyarakat akan
mati dan tidak adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan
ekonomi. Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis adalah negara-negara
yang berideologi komunis seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, RRC dan negara
komunis lainnya.
ciri-ciri sistem ekonomi sosialis sebagai berikut:
a.
Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
b.
Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
c.
Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur oleh pemerintah secara
terpusat
d.
Hak milik individu tidak diakui
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis:
a.
Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah
mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
b.
Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi
pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
c.
Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang
akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d.
Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis:
a.
hak milik pribadi tidak diakui,
b.
potensi inisiatif dan daya kreasi masyarakat tidak berkembang,
c.
segala kebijakan pemerintah harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat
paternalisme.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Kegagalan sistem ekonomi sosialis dan
liberal membuat kenyataan pada waktu sekarang ini tak ada satu pun negara yang
secara ekstrem menerapkan sistem ekonomi tertentu (baik liberal atau sosialis).
Banyak negara yang menganut lebih dari satu sistem ekonomi atau menganut sistem
ekonomi campuran. Sistem Ekomoni campuran muncul sebagai upaya untuk
mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem-sistem ekonomi sebelumnya.
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi
yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi
terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran pemerintah
bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian.
Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan
pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat)
masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin
mereka jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah bertujuan untuk
menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara
lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan masyarakat tertentu terhadap
sumber daya ekonomi. Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di
negaranegara yang sedang berkembang, seperti Malaysia, India, Filipina, Mesir,
dan Maroko.
ciri-ciri dari sistem ekonami campuran :
a.
Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
b.
Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan
-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
c.
Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan
ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
d.
Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak
merugikan kepentingan umum.
e.
Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
f.
Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
Dengan demikian, dalam sistem
perekonomian campuran ada bidang-bidang yang ditangani swasta dan ada
bidang-bidang yang ditangani pemerintah. Sama halnya dengan sistem
ekonomi lainnya, sistem ekonomi campuran juga memiliki kelebihan dan
kekurangan. Akan tetapi, kelebihan dan kekurangannya tergantung kepada setiap
negara dalam mengatur sistem ekonominya tersebut.
2 Sistem Perekonomian Indonesia
Indonesia saat ini menganut
sistem perekonomian Reformasi Sistem
Borkrasi dibawah pimpinan pemerintahan
Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Selama masa kampanye Jokowi menargetkan
pertumbuhan ekonomi sebesar 7% untuk itu diperlukan pembangunan infrastruktur
yang massif yang ditunjang oleh penguatan sumber daya manusia untuk mencapai
impian itu .
Proses reformasi birokrasi tidak akan
pernah berhenti hal ini karena akan selalu ada perubahan dan dinaminasi dalam
pengelolaan negara, serta kompleksitas masalah yang terus berkembang dengan
demikian reformasi birokrasi merupakan program berkelanjutan yang harus
dicanangkan dalam jangka waktu yang panjang.
History Perekonomian
Indonesia
A.
PEMERINTAHAN IR.SOEKARNO (ORDE LAMA)
Dalam bidang ekonomi , Indonesia telah mengalami perubahan dalam berbagai fase yang menjadi
sejarah perjalanan perekonomian Indonesia. Pembahasan dimulai pada masa orde lama kebijakan pada pemerintahan era Ir
Soekarno diantaranya:
- Program Banten (1950 – 1951)
- Program Urgensi Perekonomian (1952-1954)
- Program Repelita I (1955 – 1960)
- Program Repelita II (1960 – 1965)
B. PEMERINTAHAN
SOEHARTO (ORDE BARU)
Pada masa Orde Baru perekonomian Indonesia mengalami peningkatan subsidi
dan hutang secara drastis, sementara itu belanja untuk pembangunan
dikurangi sehingga terjadinya inflasi. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi pada
masa itu belum terealisasikan dengan baik.
C. PEMERINTAHAN TRANSISI (era Presiden B.J. Habibie)
Krisis ekonomi mempunyai dampak
yang sangat memprihatinkan terhadap peningkatan pengangguran, baik di perkotaan
maupun di pedesaan, daya beli masyarakat menurun, pendidikan dan kesehatan
merosot serta jumlah penduduk miskin bertambah oleh karena itu muncul kebijakan Jaring
Pengaman Sosial (social safety net). Yang menyebabkan suatu prestasi yang
mengagumkan yakni nilai tukar rupiah dari 16.000 menjadi 6.000 rupiah.
D. PEREKONOMIAN REFORMASI (era Presiden K.H. Abdurrahman Wahid)
Terjadi banyak keanehan dan tidak terdapat kebijakan
perekonomian.Pada masa Gus Dur, rating kredit Indonesia mengalami fluktuasi,
dari peringkat CCC turun menjadi DDD lalu naik kembali ke CCC. Salah satu
penyebab utamanya adalah imbas dari krisis moneter pada 1998 yang masih terbawa
hingga pemerintahannya.
E. PEREKONOMIAN GOTONG ROYONG (era Presiden Ibu Megawati Soekarnoputri)
Kebijakan Privatisasi secara teoritis, bagi penganut neoliberal,
privatisasi dimaksudkan sebagai jalan untuk mengatasi masalah kekurangan
financial, untuk membuat pelayanan menjadi lebih efisien, serta mengindari
distorsi pada makro dan mikro ekonomi akibat pelayanan public gratis (Carlos
Vilas). Pada kenyataannya, privatisasi telah mengarah para pengguna jasa untuk
membeli dengan harga yang lebih mahal, karena perusahaan yang terprivatisasi
kini menggunakan kriteria bisnis dan mencari keuntungan (profit).
F. PEREKONOMIAN INDONESIA BERSATU JILID I (era SBY- JK)
Muncul beberapa program yang dijalankan oleh
pemerintah seperti, Bantuan Langsung Tunai (BLT), PNPM Mandiri dan Jamkesmas.
G. PEREKONOMIAN INDONESIA BERSATU JILID II (era SBY – Boediono)
Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai
tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan
likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.
1. 3. Dasar Hukum/Landasannya
a.
UUD 1945
b.
Tap MPR
c.
Undang – Undang
d.
Peraturan pemerintah
e.
Keputusan Presiden
f.
Sk Menteri
g.
Peraturan Daerah
Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah pasal 33 ayat 1,2,3 dan 4 UUD
1945 hasil amandemen yang berbunyi sebagai berikut :
a.perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan
b.cabang –
cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara
c.bumi air
dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat
d.perekonomian
nasional diselenggarakan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan
efisiensi berkeadilan berkelanjutan berwawasan lingkungan kemandirian serta
dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional
Selain
tercantum dalam pasal 33 UUD 1945 demokrasi ekonomi tercantum dalam TAP MPR No
XXII/MPRS/1966 sebagai cita – cita sosial dengan cirinya .
1.
4. Faktor –
Faktor yang Menentukan Permintaan terhadap suatu Barang
- Harga barang itu sendiri
Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang
diminta. Jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut akan
menurun,sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan
meningkat.
- Harga barang substitusi(pengganti)
Harga barang
atau jasa pengganti ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang dminta.
Apabila harga dari barang substitusi lebih murah orang akan beralih pada barang
substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang subtitusi naik maka orang
akan tetap menggunakan barang yang semula.
- Harga barang komplementer(pelengkap)
Barang
pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa misalnya : sepeda
motor, barang komplementernya bensin .apabila harga bensin naik maka
kecendrungan orang untuk membeli sepeda motor menurun.
- Jumlah pendapatan
Besar
kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya
permintaan akan barang dan jasa apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka
permintaan terhadap barang dan jasa juga semakin tinggi.
- Selera konsumen
Selera
konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah baran yang diminta
.jika suatu selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan
barang tersebut akan meningkat pula.
- Intensitas kebutuhan konsumen
Intensitan
kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebuttuhan
terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan
permintaan masrakat terhadap barang dan jasa tersebut rendah, sebaliknya jika
kebutuhan terhadapa barang dan jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat
terhadap barang atau jasa tersebut meningkat.
- Perkiraan harga dimasa depan
Apabila
konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah
jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal,
sebaliknya apabila komsumen memperkirakan harga akan turun maka konsumen
cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli .
- Jumlah penduduk
Pertambahan
penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta, jika jumlah penduduk
dalam suatu wilayah bertambah banyak maka barang yang diminta akan mengingkat.
BERIKUT ADALAH SOAL PILIHAN GANDA BESERTA JAWABAN :
5. Jawab : C. Sistem ekonomi campuran
Karena pemerintah bekerja sama
dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian
dan pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian
dalam perekonomian.
6. Jawab : C. Perusahaan tersebut memutuskan akan
memproduksi 100ribu unit komputer setiap tahun
Karena permasalahan yang ada adalah meningkatnya
permintaan yang tidak diimbangi dengan intensitas kebutuhan akan komputer
semakin meningkat, dengan menambah produksi komputer 100 ribu unit dengan
sasaran mahasiswa maka ini merupakan salah satu penyelesaian masalah. serta dapat
memberikan keuntungan tersendiri untuk perusahaan produksi. dengan menjual
barang sedikit lebih mahal dari harga biasanya. karena kurangnya barang yang
ada dipasaran maka konsumen akan tetap membelinya.
7. Jawab : B. Permintaan Menurun
Karena adanya penyuluhan tentang bahaya obat – obatan
terlarang maka masyarakat akan berpikir dua kali untuk membelinya bahkan
mungkin ada sebagian masyarakat yang menghentikan membeli obat-obatan dengan
seperti itu maka permintaan menurun karena berkurangnya permintaan.
8. Jawab : B. Menggeser kurva permintan ke kiri
Karena
bertujuan agar permintaan menurun maka dengan menggeser kurva permintaan ke
kiri
9. Jawab : C. Harga rokok naik,bergerak disepanjang
kurva permintaan
Karena
dengan memberi pajak pada produsen rokok maka harga rokok ikut naik seiring dengan
jumlah permintaan yang ada.
Bab 3
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan penulisan ini dapat
disimpulkan bahwa perbaikan perekonomian Indonesia adalah harapan bangsa, namun
sampai saat ini kesejahteraan yang diimpikan rakyat Indonesia belum terwujud.
Memang tidak dipungkiri peranan pemerintah sangat penting dalam kelangsungan
perekonomian Indonesia, namun masih belum optimal dalam setiap kebijakan yang
pemerintah tetapkan. Misalkan pemerintah lebih mengarah kepada pembangunan
infrastruktur tapi pelaksanaannya belum terealisasikan dengan baik.
Jadi, agar perekonomian Indonesia menjadi lebih baik pemerintah harus ikut
serta dalam mendorong percepatan proses pemulihan ekonomi. Pemerintah harus lebih
kreatif dalam menghadapai masalah perekonomian untuk mewujudkan pertumbuhan
ekonomi yang lebih baik lagi sehingga bisa menekan pengangguran dan kemiskinan
di negeri ini. Pemerintah harus konsisten kepada semua kebijakan fiskal maupun
moneter dan target yang sudah dibuat karena stabilitas perekonomian bisa
terbentuk kalau pemerintah mampu mangatur variabel ekonomi makro dan mengontrol
serta mengambil langkah tepat untuk mengantisipasi dalam menghadapai masalah
perekonomian. “DEMI KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA”
Dan kita sebagai generasi muda dengan segala aspek positif bisa turut
mengembangkan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi dan maju.
3.2 Saran
Dalam penulisan ini saya menyadari bahwa ada beberapa kekurangan –
kekurangan didalam pembuatan makalah ini yang harus disempurnakan. Oleh karena
itu, saya berharap kesediaannya untuk melengkapi dan memperbaiki semua
kekurangan – kekurangan tersebut dari penulisan makalah ini sehingga dapat
lebih bermanfaat bagi kita semua.
3.3
Daftar Pustaka