Sabtu, 21 Maret 2015

TEORI ORGANISASI UMUM 2#

TUGAS SOFTSKILL
(TEORI ORGANISASI UMUM 2#)

             
NAMA  :  HARUM RAHAYU
              KELAS : 2KA09
              NPM     : 19113721
              DOSEN : Elvia Fardiana





Daftar Isi

KataPengantar………………………………………...……………..............................…...2
Daftar Isi………………………………….....................................…..................…………..3
Bab 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang………………………..………………………………...............................….4
Ruang Lingkup………………..…………………………………………………....................4
Rumusan Masalah……………………….…………………………………............……...….4
Tujuan……………………………………………...……………................……………...….5
Bab 2
PEMBAHASAN
Sistem Ekonomi Dunia.………………………………………………….............…………….6
Sistem Perekonomian Indonesia(Sejarah,Tokoh Pencetus)…...……………...........…………....7
Dasar Hukum/Landasannya…………………...............…...............…………………….....…7
Faktor Yg Menentukan Permintaan Barang……….……………..............................……….…8
Soal Pilihan Ganda Beserta Jawaban..........................................................................................9
Bab 3
KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan………………………………………....………………………………………..10
Saran………………………………………………..............……………………………….10
Daftar Pustaka.........................................................................................................................10



Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan-Nya makalah Teori Organisasi Umum yang bertema “ Perekonomian,Penawaran & Permintaan“ ini dapat diselesaikan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Elvia Fardiana selaku Dosen Teori Organisasi Umum 2, Universitas Gunadarma. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2(Softskill). Saya menyadari makalah ini belum sempurna.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, demi kesempurnaan pembuatan makalah ini di hari yang akan datang. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah berjasa dalam penyusunan makalah ini. Semoga Tuhan membalas kebaikannya dengan berkat yang lebih besar. Terima kasih.
saya berharap semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi pembaca.



Depok, 22 Maret 2015
 

Bab 1
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
   Negara kita lahir sebagai negara yang berdaulat dengan memiliki eksistensi yang tergambar dalam cermin karakteristik unik dan dibangun berdasarkan pada dasar negara dan undang-undang serta hukum tertentu. Begitu pula dalam perekonomian Indonesia kita berpijak berdasarkan landasan-landasan yang terbentuk dalam pasal yang terdapat didalam undang-undang. Salah satunya, pada amandemen pasal 33  UUD 45.
Berangkat dari pasal tersebut, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-perorangan. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat, harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat semata.
Dari uraian tersebut di atas dapat dikemukakan secara lebih ringkas bahwa ekonomi Indonesia disusun bukan pada polar tertentu. Namun,  perekonomian disusun dengan memadukan berbagai ciri dari tata ekonomi yang berada pada garis sepanjang polar tata ekonomi, dengan memberikan penguatan berbasis pada karakteristik sebagai kekhasan bangsa Indonesia.
1.2    Ruang Lingkup
    Penelitian ini mencakup mengenai teori organisasi umum pada definisi metodologi ekonomi,masalah pokok ekonomi & pengaruh mekanisme harga,sistem perekonomian dan penentuan permintaan & penawaran .

1.3    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan berikut :
1.  Ada berapa Sistem Ekonomi didunia ?
2.  Apa nama sistem perekonomian di Indonesia(sejarah,tokoh pencetus,dll) ?
3.  Apa dasar hukum/landasannya ?
4.  Faktor-Faktor apa yang menentukan permintaan terhadap suatu barang ?

1.4    Tujuan
1.    Memenuhi tugas softskill.
2.    Untuk mengetahui lebih jauh tentang Perekonomian Dunia.
3.    Untuk mengetahui tata kerja Perekonomian Indonesia.
4.    Untuk lebih memahami pengertian Perekonomian,Penawaran & Permintaan.




Bab 2
PEMBAHASAN
1.  Sistem Ekonomi Dunia
Sistem ekonomi yang pertama kali muncul dan dikenal di dunia adalah sistem ekonomi tradisional. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman sistem ekonomi tradisional mulai ditinggalkan oleh banyak negara-negara di dunia. Oleh karena itu pada dewasa ini kita mengenal ada tiga macam sistem ekonomi yang digunakan oleh negara-negara di dunia, yakni:
1.      Sistem Ekonomi Liberal
2.      Sistem Ekonomi Sosialis
3.      Sistem Ekonomi Campuran
1.      Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal dikenal juga dengan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. 
Pada sistem ekonomi liberal, pengelolaan perekonomian sepenuhnya diatur oleh kekuatan pasar (yakni kekuatan permintaan dan penawaran). Artinya individu atau swasta diberi wewenang penuh dalam mengelola perekonomiannya. Wewenang pemerintah dalam hal ini terbatas, mencakup keselamatan dan kelangsungan hidup warga negara. Seperti misal, larangan memproduksi obat bius dan obat-obatan terlarang lainnya. Terdapat kebebasan individu yang besar dalam melakukan kegiatan ekonominya. 
Penggagas sistem ekonomi liberal adalah Adam Smith. Dia menuangkan idenya ini di dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776). Di dalam bukunya tersebut, Adam Smith mengatakan bahwa “kemakmuran suatu negara akan terwujud bila setiap individu diberikan kebebasan yang seluas-luasnya untuk mencapai kemakmuran, sehingga kehidupan ekonomi dapat berjalan secara bebas sesuai dengan mekanisme pasar. 
Yang menjadi latar belakang munculnya sistem ekonomi liberal ini adalah paham yang berpendapat bahwa manusia dilahirkan ke dunia disertai segala macam hak dan kebebasan berupa hak dan kebebasan untuk berproduksi, distribusi, dan konsumsi. Sistem ekonomi liberal dianut oleh sebagian besar negara-negara di dunia, terutama di negara-negara Eropa Barat, Amerika, Kanada, dan Australia. 

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal

a. Bebas memiliki alat-alat dan sumber-sumber produksi, baik perorangan maupun kelompok
b. Hak milik perorangan dijamin sepenuhnya
c. Kegiatan ekonomi sebagian besar dilakukan oleh swasta
d. Campur tangan pemerintah sangat sedikit atau terbatas
e. Modal mempunyai peran yang terpenting dalam kegiatan ekonomi
f. Bebas bersaing dengan cara apa pun
g. Didorong oleh motif memperoleh laba sebesar-besarnya 

Kelebihan dari sistem ekonomi liberal, antara lain:

a. Setiap individu diberi kebebesan dan kesempatan untuk berusaha
b. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi
c. Setiap individu bebas memilih bidang usaha yang disukainya
d. Persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan untuk maju
e. Produksi barang dan jasa berdasarkan kepada kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan masyarakat.

kekurangan sistem ekonomi liberal: 

a. Kebebasan berusaha menyebabkan adanya kelompok yang sangat dominan, sementara ada kelompok yang lemah
b. Menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat
c. Menimbulkan penindasan (eksploitasi) terhadap manusia karena mengejar keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya
d. Tidak ada pemerataan pendapatan karena setiap individu berlomba-lomba mencari keuntungan. 

1.      Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis ini dipelopori oleh Karl Marx, yang berawal dari penolakannya terhadap sistem ekonomi liberal yang telah dipelopori oleh Adam Smith. Dia berpendapat selama tuan tanah atau pemilik modal diberikan kekuasaan dalam mengelola ekonomi maka kemakmuran dan kesejahteraan rakyat tidak akan pernah tercapai justeru akan terjadi perbudakan dan akan memunculkan kelas-kelas di dalam masyarakat. Oleh karena itu Karl Marx merancang sistem ekonomi sosialis untuk mematahkan paham ekonomi liberal. 
Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi terpusat, karena semua pengelolaan perekonomian sepenuhnya diatur oleh pemerintah. Jadi yang dimaksud dengan sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah. 
Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian. Tetapi justeru karena sangat besarnya campur tangan pemerintah, mengakibatkan potensi dan daya kreasi masyarakat akan mati dan tidak adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis adalah negara-negara yang berideologi komunis seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, RRC dan negara komunis lainnya. 

ciri-ciri sistem ekonomi sosialis sebagai berikut:

a. Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
b. Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
c. Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur oleh pemerintah secara terpusat
d. Hak milik individu tidak diakui 

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis:

a. Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
b. Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
c. Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d. Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga. 

kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis:

a. hak milik pribadi tidak diakui,
b. potensi inisiatif dan daya kreasi masyarakat tidak berkembang,
c. segala kebijakan pemerintah harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme. 

3. Sistem Ekonomi Campuran
            Kegagalan sistem ekonomi sosialis dan liberal membuat kenyataan pada waktu sekarang ini tak ada satu pun negara yang secara ekstrem menerapkan sistem ekonomi tertentu (baik liberal atau sosialis). Banyak negara yang menganut lebih dari satu sistem ekonomi atau menganut sistem ekonomi campuran. Sistem Ekomoni campuran muncul sebagai upaya untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem-sistem ekonomi sebelumnya. 
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. 
Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah bertujuan untuk menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan masyarakat tertentu terhadap sumber daya ekonomi. Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di negaranegara yang sedang berkembang, seperti Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko. 

ciri-ciri dari sistem ekonami campuran :
a. Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
b. Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di bidang ekonomi.
c. Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
d. Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
e. Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
f. Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar. 

Dengan demikian, dalam sistem perekonomian campuran ada bidang-bidang yang ditangani swasta dan ada bidang-bidang yang ditangani pemerintah.  Sama halnya dengan sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi campuran juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, kelebihan dan kekurangannya tergantung kepada setiap negara dalam mengatur sistem ekonominya tersebut.



2 Sistem Perekonomian Indonesia
Indonesia saat ini menganut sistem perekonomian Reformasi Sistem Borkrasi dibawah pimpinan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Selama masa kampanye Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7% untuk itu diperlukan pembangunan infrastruktur yang massif yang ditunjang oleh penguatan sumber daya manusia untuk mencapai impian itu .
Proses reformasi birokrasi tidak akan pernah berhenti hal ini karena akan selalu ada perubahan dan dinaminasi dalam pengelolaan negara, serta kompleksitas masalah yang terus berkembang dengan demikian reformasi birokrasi merupakan program berkelanjutan yang harus dicanangkan dalam jangka waktu yang panjang.
History Perekonomian Indonesia
A. PEMERINTAHAN IR.SOEKARNO (ORDE LAMA)
Dalam bidang ekonomi , Indonesia telah mengalami perubahan dalam berbagai fase yang menjadi sejarah perjalanan perekonomian Indonesia. Pembahasan dimulai pada masa orde lama kebijakan pada pemerintahan era Ir Soekarno diantaranya:
- Program Banten (1950 – 1951)
- Program Urgensi Perekonomian (1952-1954)
- Program Repelita I (1955 – 1960)
- Program Repelita II (1960 – 1965)

B. PEMERINTAHAN SOEHARTO (ORDE BARU)
Pada masa Orde Baru perekonomian Indonesia mengalami peningkatan subsidi dan hutang  secara drastis,  sementara itu belanja untuk pembangunan dikurangi sehingga terjadinya inflasi. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi pada masa itu belum terealisasikan dengan baik.

C. PEMERINTAHAN TRANSISI (era Presiden B.J. Habibie)
Krisis ekonomi mempunyai dampak yang sangat memprihatinkan terhadap peningkatan pengangguran, baik di perkotaan maupun di pedesaan, daya beli masyarakat menurun, pendidikan dan kesehatan merosot serta jumlah penduduk miskin bertambah oleh karena itu muncul kebijakan Jaring Pengaman Sosial (social safety net). Yang menyebabkan suatu prestasi yang mengagumkan yakni nilai tukar rupiah dari 16.000 menjadi 6.000 rupiah.

D. PEREKONOMIAN REFORMASI (era Presiden K.H. Abdurrahman Wahid)
Terjadi banyak keanehan dan tidak terdapat kebijakan perekonomian.Pada masa Gus Dur, rating kredit Indonesia mengalami fluktuasi, dari peringkat CCC turun menjadi DDD lalu naik kembali ke CCC. Salah satu penyebab utamanya adalah imbas dari krisis moneter pada 1998 yang masih terbawa hingga pemerintahannya.

E. PEREKONOMIAN GOTONG ROYONG (era Presiden Ibu Megawati Soekarnoputri)
Kebijakan Privatisasi secara teoritis, bagi penganut neoliberal, privatisasi dimaksudkan sebagai jalan untuk mengatasi masalah kekurangan financial, untuk membuat pelayanan menjadi lebih efisien, serta mengindari distorsi pada makro dan mikro ekonomi akibat pelayanan public gratis (Carlos Vilas). Pada kenyataannya, privatisasi telah mengarah para pengguna jasa untuk membeli dengan harga yang lebih mahal, karena perusahaan yang terprivatisasi kini menggunakan kriteria bisnis dan mencari keuntungan (profit).

F. PEREKONOMIAN INDONESIA BERSATU JILID I (era SBY- JK)
Muncul beberapa program yang dijalankan oleh pemerintah seperti, Bantuan Langsung Tunai (BLT), PNPM Mandiri dan Jamkesmas.


G. PEREKONOMIAN INDONESIA BERSATU JILID II (era SBY – Boediono)
Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.




1.      3. Dasar Hukum/Landasannya

a.       UUD 1945
b.      Tap MPR
c.       Undang – Undang
d.      Peraturan pemerintah
e.       Keputusan Presiden
f.       Sk Menteri
g.      Peraturan Daerah

Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah pasal 33 ayat 1,2,3 dan 4 UUD 1945 hasil amandemen yang berbunyi sebagai berikut :

a.perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan
b.cabang – cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
c.bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat
d.perekonomian nasional diselenggarakan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan efisiensi berkeadilan berkelanjutan berwawasan lingkungan kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional

Selain tercantum dalam pasal 33 UUD 1945 demokrasi ekonomi tercantum dalam TAP MPR No XXII/MPRS/1966 sebagai cita – cita sosial dengan cirinya .




1.      4. Faktor – Faktor yang Menentukan Permintaan terhadap suatu Barang


  •        Harga barang itu sendiri
Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut akan menurun,sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan meningkat.

  •          Harga barang substitusi(pengganti)
Harga barang atau jasa pengganti ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang dminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang subtitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula.

  •        Harga barang komplementer(pelengkap)
Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa misalnya : sepeda motor, barang komplementernya bensin .apabila harga bensin naik maka kecendrungan orang untuk membeli sepeda motor menurun.

  •       Jumlah pendapatan
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan terhadap barang dan jasa juga semakin tinggi.

  •         Selera konsumen
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah baran yang diminta .jika suatu selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan barang tersebut akan meningkat pula.

  •        Intensitas kebutuhan konsumen
Intensitan kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebuttuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masrakat terhadap barang dan jasa tersebut rendah, sebaliknya jika kebutuhan terhadapa barang dan jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut meningkat.

  •  Perkiraan harga dimasa depan
Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal, sebaliknya apabila komsumen memperkirakan harga akan turun maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli .

  •         Jumlah penduduk

Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta, jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak maka barang yang diminta akan mengingkat.




BERIKUT ADALAH SOAL PILIHAN GANDA BESERTA JAWABAN :
5. Jawab : C. Sistem ekonomi campuran
Karena pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian
dan pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian.

6. Jawab : C. Perusahaan tersebut memutuskan akan memproduksi 100ribu unit komputer setiap tahun
Karena permasalahan yang ada adalah meningkatnya permintaan yang tidak diimbangi dengan intensitas kebutuhan akan komputer semakin meningkat, dengan menambah produksi komputer 100 ribu unit dengan sasaran mahasiswa maka ini merupakan salah satu penyelesaian masalah. serta dapat memberikan keuntungan tersendiri untuk perusahaan produksi. dengan menjual barang sedikit lebih mahal dari harga biasanya. karena kurangnya barang yang ada dipasaran maka konsumen akan tetap membelinya.

7. Jawab : B. Permintaan Menurun
Karena adanya penyuluhan tentang bahaya obat – obatan terlarang maka masyarakat akan berpikir dua kali untuk membelinya bahkan mungkin ada sebagian masyarakat yang menghentikan membeli obat-obatan dengan seperti itu maka permintaan menurun karena berkurangnya permintaan.

8. Jawab : B. Menggeser kurva permintan ke kiri
     Karena bertujuan agar permintaan menurun maka dengan menggeser kurva permintaan ke kiri

9. Jawab : C. Harga rokok naik,bergerak disepanjang kurva permintaan
     Karena dengan memberi pajak pada produsen rokok maka harga rokok ikut naik seiring dengan jumlah permintaan yang ada.
 







Bab 3
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1    Kesimpulan
Berdasarkan penulisan ini dapat disimpulkan bahwa perbaikan perekonomian Indonesia adalah harapan bangsa, namun sampai saat ini kesejahteraan yang diimpikan rakyat Indonesia belum terwujud. Memang tidak dipungkiri peranan pemerintah sangat penting dalam kelangsungan perekonomian Indonesia, namun masih belum optimal dalam setiap kebijakan yang pemerintah tetapkan. Misalkan pemerintah lebih mengarah kepada pembangunan infrastruktur tapi pelaksanaannya belum terealisasikan dengan baik.
Jadi, agar perekonomian Indonesia menjadi lebih baik pemerintah harus ikut serta dalam mendorong percepatan proses pemulihan ekonomi. Pemerintah harus lebih kreatif dalam menghadapai masalah perekonomian untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi sehingga bisa menekan pengangguran dan kemiskinan di negeri ini. Pemerintah harus konsisten kepada semua kebijakan fiskal maupun moneter dan target yang sudah dibuat karena stabilitas perekonomian bisa terbentuk kalau pemerintah mampu mangatur variabel ekonomi makro dan mengontrol serta mengambil langkah tepat untuk mengantisipasi dalam menghadapai masalah perekonomian. “DEMI KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA”
Dan kita sebagai generasi muda dengan segala aspek positif bisa turut mengembangkan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi dan maju.
3.2    Saran
Dalam penulisan ini saya menyadari bahwa ada beberapa kekurangan – kekurangan didalam pembuatan makalah ini yang harus disempurnakan. Oleh karena itu, saya berharap kesediaannya untuk melengkapi dan memperbaiki semua kekurangan – kekurangan tersebut dari penulisan makalah ini sehingga dapat lebih bermanfaat bagi kita semua.

3.3 Daftar Pustaka