TUGAS SOFTSKILL
(TEORI ORGANISASI UMUM 2#)
NAMA : HARUM RAHAYU
KELAS : 2KA09NPM : 19113721
DOSEN : Elvia Fardiana
UNIVERSITAS
GUNADARMA
TAHUN 2014/2015
TAHUN 2014/2015
Daftar Isi
KataPengantar………………………………………...……………..............................…..2
Daftar Isi………………………………….....................................…..................………….3Bab 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang………………………..………………………………...............................…4
Ruang Lingkup………………..…………………………………………………...................4
Rumusan Masalah……………………….…………………………………............……...….4
Tujuan……………………………………………...……………................……………...….5
Bab 2
PEMBAHASAN
Teori Perilaku Konsumen.…....………………………………………….............…………….6
Teori Produsen & Perilaku Produsen..................................…...……………...........………….7
Biaya Produksi....................…………………...............…...............…………………….....…7
Jenis & Macam – Macam Biaya Produksi..……….……………..............................…………8
Bab 3
KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan………………………………………....…………………………………….....…9
Saran………………………………………………..............……………………………….....9
Daftar Pustaka............................................................................................................................9
Kata
Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan-Nya makalah
Ilmu Budaya Dasar yang bertema “ Teori Perilaku Konsumen & Teori
Produsen“ ini dapat diselesaikan. Saya juga mengucapkan terima kasih
kepada Ibu Elvia Fardiana selaku Dosen Teori Organisasi Umum 2, Universitas
Gunadarma. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori
Organisasi Umum 2(Softskill).
Saya menyadari makalah ini belum sempurna.
Saya menyadari makalah ini belum sempurna.
Oleh karena itu, saya
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, demi kesempurnaan pembuatan
makalah ini di hari yang akan datang. Saya ingin mengucapkan terima kasih pada
beberapa pihak yang telah berjasa dalam penyusunan makalah ini. Semoga Tuhan
membalas kebaikannya dengan berkat yang lebih besar. Terima kasih.
Akhirnya kami berharap semoga
makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca.
Depok, 08 May 2015
Bab 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh
seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan
membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya.
Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum
pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian
konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada
tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah
pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja
produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang
dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Konsumen
dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang
berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator,
influencer, buyer, payer atau user.
Dalam
upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam
kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut
geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.
Perilaku
konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan
seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat
membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran
perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan
melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing. Peran yang dilakukan
tersebut adalah :
(1)
Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu
(2)
Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian
(3)
Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak
(4) Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi
pembelian sesungguhnya
(5) User, yaitu individu yang mempergunakan
produk atau jasa yang dibeli
1.2 Ruang Lingkup
Penelitian ini mencakup
mengenai teori organisasi umum pada definisi metodologi Teori Perilaku Konsumen
dan Teori Produsen ,Biaya Produksi beserta macam – macam Biaya Produksi.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar
belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan Teori Perilaku
Konsumen ?
2. Apa yang dimaksud dengan Teori Perilaku
Produsen/Teori Produsen ?
3. Apa yang dimaksud dengan biaya produksi
?
4. Macam –
macam Biaya Produksi ?
1.4 Tujuan
1.
Memenuhi tugas softskill.
2.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang Teori Perilaku Konsumen.
3.
Untuk mengetahui macam – macam biaya produksi beserta penjelasan nya.
4.
Untuk lebih memahami pengertian Teori Perilaku Produsen / Teori Produsen.
Bab 2
PEMBAHASAN
1.
Teori Perilaku Konsumen
Banyak faktor yang
mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk.Manajemen
perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih
berhasil.Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis,
sosiologis danantropologis. Alasan mengapa seseorang membeli produk
tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan
faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk,
harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa
aspek lain dari program pemasaran perusahaan.
Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
(1) Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain.
Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
(1) Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain.
(2) Teori Psikologis.Teori ini
mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh
kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam
menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara
langsung.
(3)
Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu
kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan,
kelas-kelas sosial dan sebagainya.
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan
harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus).
Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan
bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai
barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang
diharapkannya.
Pendekatan perilaku konsumen :
Pendekatan untuk mempelajari perilaku
konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang :
1.Pendekatan Kardinal
2.Pendekatan Ordinal
1.) Pendekatan Kardinal
- Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
- Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
- Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil.( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ).Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
- Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah. Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal.
2.) Pendekatan Ordinal
Kelemahan
pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan
konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada
kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.Pendekatan ordinal mengukur
kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).Tingkat kepuasan konsumen
dengan menggunakan kurva indiferens(kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi
jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).
Ciri-ciri kurva indiferens:
1.Mempunyai kemiringan yang negatif
(konsumen akan mengurangi konsumsi barang yg satu apabila ia menambah jumlah
barang lain yang di konsumsi)
2.Cembung ke arah titik origin,
menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk
mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate
of substitution)
3.Tidak saling berpotongan, tidak
mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda
Perbedaan antara pendekatan kardinal dengan ordinal
Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa
besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam bilangan/angka.Sedangkan analisis
ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalaml bilangan/angka.
Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama
Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama
2.
Teori Perilaku Produsen
produksi dapat kita
lihat dimana saja,Yang dimaksud dengan teori produksi adalah kegiatan yang
membuat barang-barang,produksi juga sangat berkaitan dengan nilai guna suatu
barang.Di dalam produksi terdapat proses produksi tertentu yang harus dijalani
sehingga bias menghasilkan barang yang berguna,secara sederhana prose situ
digambarkan dibawah ini
Di dalam menganalisis
teori produksi, kita mengenal 2 hal:
- Produksi jangka pendek
Dalam membahas teori produksi kita perlu membedakan pengertian jangka panjang
dan jangka pendek.Jangka pendek dan jangka panjang tidak terkait dengan lamanya
waktu yang digunakan dalam proses produksi.Produksi dalam jangka pendek bararti
terdapat satu factor produksi yang bersifat tetap,sedangkan factor produksi
yang lainnya bersifat variable(berubah-ubah).produksi dalam jangka panjang
berarti semua factor produksi yang digunakan bersifat variable(berubah-ubah).
Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f
(X1, X2, X3, ……….., Xn)
Dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada
suatu hukum yang disebut The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan
Hasil Berkurang).
“Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan”
“Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan”
Dari hukum tersebut
dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan
dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.
Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :
dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.
Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :
Y = 12X2 – 0,2 X3,
dimana :
Y = produk
X = faktor produksi.
Y = produk
X = faktor produksi.
- Produksi jangka panjang
Sebagaimana telah
dijelaskan,produksi dalam jangka panjang tidak terkait dengan jangka waktu
proses produksi,tetapi lebih kepada sifat factor produkdi yang digunkan . Dalam
jangka panjang semua factor produksi yang digunakan bersifat variable atau
berubah-ubah.untuk mempelajari produksi dalam jangka panjang kiata akan
mempelajari kurva isoquant dan jumlah produk optimal.
a.) Isoquant atau Isoproduk
Kurva isokuant atau
isoproduk adalah kurva tempat kedudukan titik-titik yang menunjukan kombinasi
dua factor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi yang sama.
b.) Produksi optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi.Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output.Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi.Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output.Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi.
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi.
Produksi adalah suatu proses mengubah
input menjadi output sihingga nilai barang tersebut
bertambah. Input dapat berupa terdiri dari
barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu
proses produksi.(sri adiningsih, 1999
: him 3-4). Tingkat produksi
juga menjadi tolak ukur suatu majunya suatu perusahaan atau kesejahteraan dalam
suatu negara, maka tidak heran jika suatu perusahaan saling bersaing satu sama
lain dalam meningkatkan hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
PERILAKU PRODUSEN
Perilaku produsen menjelaskan bagaimana produsen menggunakan
sumber daya yang dimiliki suatu perusahaan tersebut seperti SDA, SDM, modal,
peralatan, dll dalam kegiatan produksi. Orang yang menggunakan sumberdaya
perusahaan selain manajer adalah pengusaha atau produsen itu sendiri, Pengusaha
berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer.Bila hanya memiliki sebuah
usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas
pemilik bisnis.Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber
daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer.Pengusaha
lebih dari keduanya.Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang
menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.
Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
- Perencanaan
Perencanaan antara lain terkait
dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau
apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
- Pengorganisasian
Semua sumber daya yang ada harus
bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal,
maupun manusia.
- Pengarahan
Agar rencana bisa terwujud,
pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
- Pengendalian
Kemampuan ini ada hubungannya dengan
bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau
justru sebaliknya
3. Biaya Produksi
produksi berlangsung dengan jalan mengolah masukan (input)
menjadi keluaran (out put).masukan merupakan pengorbanan biaya yang tidak dapat
dihindarkan untuk melakukan kegiatan produksi.setiap pengusaha harus dapat
menghitung biaya produksi agar dapat menetapkan harga pokok barang
yang dihasilkan. untuk menghitung biaya produksi terlebih dahulu harus
dipahami pengertiannya. biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan
ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. menetapkan
biaya produksi berdasarkan pengertian tersebutmemerlukan kecermatan karena ada
yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulitdiidentifikasikan dan
hitungannya. biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1.bahan
baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi
2.bahan-bahan
pembantu atau penolong
3.upah
tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
4.penyusutan
peralatan produksi
5.uang
modal, sewa
6.biaya penunjang seperti biaya
angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan
dan asuransi
7.biaya
pemasaran seperti biaya iklan
pajak secara umum unsur biaya
tersebut dapat dibagi atas tiga komponen biaya, berikut :
1.komponen biaya bahan, meliputi
semua bahan yang berkaitan langsung dengan produksi.
2.komponen
biaya gaji/upah tenaga kerja
3.komponen biaya umum (biaya over
head pabrik) meliputi semua pengorbanan yang menunjang terselenggaranya proses
produksi
MACAM-MACAM
BIAYA :
–
Biaya investasi (First or Investment Cost) adalah seluruh biaya yang
dikeluarkan oleh entitas investor dalam perolehan suatu investasi misalnya
komisi broker, jasa bank, biaya legal dan pungutan lainnya dari pasar
modal.
–
Biaya Operasi dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance Cost) adalah biaya
yang dikeluarkan oleh Transporler untuk pengoperasian dan pemeliharaan
Fasilitas.contoh beban penyusutan, beban pemasaran.
–
Biaya tetap (Fixed cost) adalah biaya tetap merupakan biaya yang secara total
tidak mengalami perubahan, walaupun ada perubahan volume produksi
atau penjualan (dalam batas tertentu).
–
Biaya variabel (Variabel Cost) adalah biaya yang secara total berubah-ubah
sesuai dengan volume produksi atau penjualan.
–
Biaya marjinal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu
unit tambahan produk. Contoh pembelianmesin,bangunan dan lain-lain.
–
Biaya marjinal (Incremental or Marginal Cost) adalah perubahan biaya total yang
berkaitan dengan perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat
diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan manajerial.
–
Biaya langsung (Direct Cost) adalah biaya-biaya untuk pengadaan sumber
daya yang terkait secara langsung dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang
tercantum dalam pay item kontrak.
–
Biaya satuan (Unit Cost) adalah biaya yang dihitung untuk satu satuan produk
pelayanan, diperoleh dengan cara membagi biaya total (TC) dengan
jumlah/kuantitas output atau total output (TO) atau : UC = TC/TO.
–
Biaya Total ( Total Cost = TC). Biaya total adalah keseluruhan biaya yang
dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.
–
Biaya berulang (Recurring cost) adalah biaya yg secara berulang dikeluarkan
menghasilkan produk yang sama dan berulang secara teratur.
–
Biaya tidak berulang (Nonrecurring cost) adalah biaya yang tidak berulang,
walaupun l dapat bersifat komulatif dalam priode yang pendek.
–
Biaya Hangus adalah biaya yang telah terjadi di masa yang lalu dan tidak
mempengaruhi perkiraan biaya di masa yang akan datang dalam penentuan tindakan.
–
Biaya terbenam (Sunk or Past cost) adalah biaya yang tidak dapat kembali
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Perilaku konsumen mempelajari di mana,
dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu
dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam
menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan
pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan
peran masing-masing. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang
melakukan pembelian terhadap suatu produk.Manajemen perlu mempelajari
faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih
berhasil.Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis,
sosiologis dan antropologis. Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu
atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang
sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran
distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari
program
perusahaan.
3.2 Saran
Dalam penulisan ini saya menyadari bahwa ada beberapa kekurangan –
kekurangan didalam pembuatan makalah ini yang harus disempurnakan. Oleh karena
itu, saya berharap kesediaannya untuk melengkapi dan memperbaiki semua
kekurangan – kekurangan tersebut dari penulisan makalah ini sehingga dapat
lebih bermanfaat bagi kita semua.
3.3 Daftar
Pustaka
Buku
Yudistira SMA kelas X