Jumat, 11 Desember 2015

TUGAS 3 SOFTSKILL (Contoh Sitasi dalam buku dan jurnal)




       NAMA  :  HARUM RAHAYU
              KELAS : 2KA09
              NPM     : 19113721
              DOSEN : Tety Elida Siregar
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN 2015/2016

Pemisahan karbon dioksida memiliki peran vital pada beberapa proses di industri. Aplikasi dari pemisahan karbon dioksida salah satunya adalah industri gas alam. Proses pemisahan CO2 dari gas alam merupakan salah satu proses penting di industri pengolahan gas alam (Wang , 2003). Gas alam memiliki banyak kegunaan diantaranya sektor industri, transportasi, pembangkit listrik dan kebutuhan rumah tangga. Dalam sektor industri gas alam dapat digunakan sebagai sumber energi. Kualitas dari gas alam dapat dilihat dari komposisi penyusunya. Komoposisi gas alam tersusun dari metana (CH4), etana (C2H6), propana (C3H8) isobutan dan n-butana dan non hidrokarbon seperti karbon dioksida (CO2), nitrogen (N2) dan hidrogen sulfida (H2S) (Younger, 2004).



Kandungan zat pengotor seperti gas karbon dioksida (CO2) dapat menurunkan nilai kalor pada hasil pembakaran gas alam dan membuat sifat korosif pada peralatan dan sistem pipa (Dindore, 2007). Selain itu kandungan CO2 harus dihilangkan sampai 50 ppmv untuk mencegah membekunya CO2 pada peralatan seperti alat penukar panas pada proses pembuatan LNG (Mokhatab et al., 2014). Teknik yang telah digunakan selama ini untuk penangkapan karbon dioksida  ialah absorpsi fisik dan kimia, adsorpsi padatan, distilasi kriogenik, dan seperasi membran (Yan, 2006).



Penangkapan gas karbon dioksida pada umumnya menggunakan unit operasi absorpsi dengan packed column atau plate column. Unit operasi ini memiliki kelemahan dalam pengoperasianya seperti entrainment,  flooding ,  foaming, luas kontak area per unit volum kecil dan biaya operasi yang besar (Rajabzadeh et al., 2009).Teknologi alternatif untuk penangkapan gas CO2 ialah kontaktor membran  serat berongga (Rajabzadeh et al., 2009).



Kontaktor membran berbeda dengan membran konevnsional pada umumnya yang memiliki gaya penggerak berupa tekanan , sedangkan konaktor membra memiliki gaya penggerak berupa perbedaan konsentrasi. Keuntungandari kontaktor membran selain dapat mengatasi masalah pada packed column (entrainment, flooding, dan foaming), juga mempunyai luas area kontak yang besar, selektivitas yang tinggi, memiliki ukuran unit yang lebih kecil 63-65% dari unit kolom absorpsi, dan mudah untuk dilakukan scale up kapasitas (Yeonet al, 2005).Ditinjau dari aspek ekonomi kontaktor membran memiliki keunggulan dibandingkan kolom absorpsi diantaranya : biaya kapital rendah dan biaya operasi yang rendah karena membutuhkan daya pompa yang rendah (Mansourizadeh and Ismail, 2009).

Daftar Pustaka

Dindore, V. Y., Brilman, D. W. F., Feron, P. H. M. & Versteeg, G. F. 2004a. CO2 absorption at elevated pressures using a hollow fiber membrane contactor. Journal of Membrane Science, 235, 99-109.

Dindore, V. Y., Brilman, D. W. F., Geuzebroek, F. H. & Versteeg, G. F. 2004b. Membrane–solvent selection for CO2 removal using membrane gas–liquid contactors. Separation and Purification Technology, 40, 133-145.

Mansourizadeh, A. & Ismail, A. F. 2009. Hollow fiber gas-liquid membrane contactors for acid gas capture: A review. Journal of Hazardous Materials, 171, 38-53

Mokhatab, S., Johm, Y., Jaleel, V., David, A. 2014. Handbook of Liquefied Natural Gas, Oxford: Elsevier

Rajabzadeh, S., Yoshimoto, S., Teramoto, M., Al-Marzouqi, M., & Matsuyama, H.2009. CO2 absorption by using PVDF hollow fiber membrane contactors with various membrane structure. Seperation and Purification Technology, 69, 210-220

Wang, R., Li, D., Zhou, C., Liu.M., Liang, D.(2004). Impact of DEA solutions with and without CO2 loading on porous polypropylene membranes intended for use as contactors. J.Memb. Sci. 229 (1-2), 147-157