
KELAS : 2KA09
NPM : 19113721
DOSEN : Tety Elida Siregar
NPM : 19113721
DOSEN : Tety Elida Siregar
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN 2015/2016
TAHUN 2015/2016
Pemisahan karbon dioksida memiliki
peran vital pada beberapa proses di industri. Aplikasi dari pemisahan karbon
dioksida salah satunya adalah industri gas alam. Proses pemisahan CO2
dari gas alam merupakan salah satu proses penting di industri pengolahan gas
alam (Wang , 2003). Gas alam
memiliki banyak kegunaan diantaranya sektor industri, transportasi, pembangkit
listrik dan kebutuhan rumah tangga. Dalam sektor industri gas alam dapat digunakan
sebagai sumber energi. Kualitas dari gas alam dapat dilihat dari komposisi
penyusunya. Komoposisi gas alam tersusun dari metana (CH4), etana (C2H6),
propana (C3H8) isobutan dan n-butana dan non hidrokarbon
seperti karbon dioksida (CO2), nitrogen (N2) dan hidrogen
sulfida (H2S) (Younger,
2004).
Kandungan zat pengotor seperti gas
karbon dioksida (CO2) dapat menurunkan nilai kalor pada hasil
pembakaran gas alam dan membuat sifat korosif pada peralatan dan sistem pipa
(Dindore, 2007). Selain itu kandungan CO2 harus dihilangkan sampai
50 ppmv untuk mencegah membekunya CO2 pada peralatan seperti alat
penukar panas pada proses pembuatan LNG (Mokhatab
et al., 2014). Teknik yang telah digunakan selama ini untuk
penangkapan karbon dioksida ialah
absorpsi fisik dan kimia, adsorpsi padatan, distilasi kriogenik, dan seperasi
membran (Yan, 2006).
Penangkapan gas karbon dioksida pada
umumnya menggunakan unit operasi absorpsi dengan packed column atau plate
column. Unit operasi ini memiliki kelemahan dalam pengoperasianya seperti entrainment,
flooding , foaming, luas kontak area per unit
volum kecil dan biaya operasi yang besar (Rajabzadeh
et al., 2009).Teknologi alternatif untuk penangkapan gas CO2
ialah kontaktor membran serat berongga (Rajabzadeh et al., 2009).
Kontaktor membran berbeda dengan
membran konevnsional pada umumnya yang memiliki gaya penggerak berupa tekanan ,
sedangkan konaktor membra memiliki gaya penggerak berupa perbedaan konsentrasi.
Keuntungandari kontaktor membran selain dapat mengatasi masalah pada packed
column (entrainment, flooding, dan foaming), juga
mempunyai luas area kontak yang besar, selektivitas yang tinggi, memiliki
ukuran unit yang lebih kecil 63-65% dari unit kolom absorpsi, dan mudah untuk
dilakukan scale up kapasitas (Yeonet
al, 2005).Ditinjau dari aspek ekonomi kontaktor membran memiliki
keunggulan dibandingkan kolom absorpsi diantaranya : biaya kapital rendah dan
biaya operasi yang rendah karena membutuhkan daya pompa yang rendah (Mansourizadeh and Ismail, 2009).
Daftar Pustaka
Dindore, V. Y., Brilman, D. W. F., Feron, P. H. M. & Versteeg, G.
F. 2004a. CO2 absorption at elevated
pressures using a hollow fiber membrane contactor. Journal of Membrane Science, 235, 99-109.
Dindore, V.
Y., Brilman, D. W. F., Geuzebroek, F.
H. & Versteeg, G.
F. 2004b. Membrane–solvent selection for CO2 removal using membrane gas–liquid
contactors. Separation and Purification
Technology, 40, 133-145.
Mansourizadeh, A.
& Ismail, A. F. 2009. Hollow fiber gas-liquid membrane contactors for acid
gas capture: A review. Journal of
Hazardous Materials, 171, 38-53
Mokhatab, S., Johm,
Y., Jaleel, V., David, A. 2014. Handbook
of Liquefied Natural Gas, Oxford: Elsevier
Rajabzadeh, S.,
Yoshimoto, S., Teramoto, M., Al-Marzouqi, M., & Matsuyama, H.2009. CO2
absorption by using PVDF hollow fiber membrane contactors with various membrane
structure. Seperation and Purification
Technology, 69, 210-220
Wang, R., Li, D.,
Zhou, C., Liu.M., Liang, D.(2004). Impact of DEA solutions with and without CO2
loading on porous polypropylene membranes intended for use as contactors. J.Memb. Sci. 229 (1-2), 147-157