Kamis, 11 Juni 2015

TUGAS KE -3 TEORI ORGANISASI UMUM2#




TUGAS SOFTSKILL
(TEORI ORGANISASI UMUM 2#)


             

NAMA  :  HARUM RAHAYU
              KELAS : 2KA09
              NPM     : 19113721
              DOSEN : Elvia Fardiana
















UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN 2014/2015


Daftar Isi

KataPengantar……………………………...……………..............................…..2
Daftar Isi…………………………………...............................….......………….3

Bab 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang………………………..………..………...............................…4
Ruang Lingkup………………..………………………………….....................4
Rumusan Masalah……………………….…………………….........……...….4
Tujuan……………………………………………...…..........……………...….5

Bab 2
PEMBAHASAN
Pasar Persaingan Sempurna.…....…………………………………… ……….6
Pasar Persaingan Tidak Sempurna......................................…...………….. ….7
Mikro Ekonomi....................………………...............…. ……………….....…7

Bab 3
KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan……………………………………………………………….....…9
Saran………………………………………………………………………….....9
Daftar Pustaka.................................................................................................................9


 
Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan-Nya makalah Ilmu Budaya Dasar yang bertema “ Teori Perilaku Konsumen & Teori Produsen“ ini dapat diselesaikan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Elvia Fardiana selaku Dosen Teori Organisasi Umum 2, Universitas Gunadarma. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2(Softskill).
Saya menyadari makalah ini belum sempurna.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, demi kesempurnaan pembuatan makalah ini di hari yang akan datang. Saya ingin mengucapkan terima kasih pada beberapa pihak yang telah berjasa dalam penyusunan makalah ini. Semoga Tuhan membalas kebaikannya dengan berkat yang lebih besar. Terima kasih.
    Akhirnya kami berharap semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca.


Depok, 12 Juni 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
Sebagai mana telah kita ketahui bersama Pasar, yaitu salah satu tempat di mana adanya transaksi jual beli atau penukaran secara Barter antara satu barang dengan barang yang lainnya. Kemudian seperti pendapat Pakar para ahli ilmu ekonomi salah satunya yaitu menurut Adam Smith telah menerangkan apabila setiap individu dalam masyarakat diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang di inginkan mereka maka kebebasan ini akan mewujudkan efesiensi yang tinggi dalam kegiatan Ekonomi Negara dan dalam jangka panjang kebebasan tersebut akan mewujudkan pertumbuhan yang teguh.
Dan di ungkapkan kembali oleh Adam Smith apabila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi maka perekonomian tersebut akan dengan sendirinya mengatur dan membuat penyesuaian di dalam berbagai aspek kegiatan Ekonomi.
Maka dengan demikian Pasar yang telah hadir di kalangan manusia dari beberapa abad yang silam hingga hari ini, itu merupakan salah satu budaya atau tradisi di dalam suatu kelompok atau masyarakat pada umumnya. Pasar pun memiliki ketergantungan khusus di dalam kalangan manusia yang di sebabkan factor kebutuhan masyarakat pada umumnya. Perilaku Sosial pun sangat di perlukan pada keberlangsungan aktivitas yang ada di pasar sehingga dari situ masyarakat dapat menjalin lebih komunikatif pada pendekatan di antara Konsumen dan Produsen.
Jadi, Pasar sangatlah di perlukan di dalam kehidupan sehari – hari demi memenuhi kebutuhan Primer, sekunder dan Tersier. Dan pasar juga sangat tergantung dengan sistem pemerintahan untuk menstabilkan harga dalam transaksi jual beli.

B.   Teori Dan Landasan Masalah
Adapun teori dan landasan di dalam penulisan Makalah kami ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian dari Pasar
2.      Macam – macam Pembagian Pasar
3.      Pengaruh Pasar terhadap Masyarakat banyak
Dari uraian di atas kami akan semaksimal mungkin untuk menjelaskan defenisi – defenisi dan pengaruh Pasar di kalangan Masyarakat banyak pada khususnya.

C.   Rumusan Masalah
Berdasarkan Penjelasan Latar belakang di atas di dalam Penulisan Makalah, akan kami angkat permasalahan, yang terdapat mengenai  isi di dalam makalah yang tercantum di bawah ini :
1.      Apakah Pengartian  Pasar ?
2.      Uraikanlah Macam – macam defenisi Pasar ?
3.      Apa Pengaruh pasar terhadap Masyarakat banyak ?


BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Pasar
Pasar menurut pengertian Istilah ialah suatu tempat dimana pembeli dan penjual berinteraksi dalam menentukan harga dan jumlah barang yang ingin dibeli atau dijual, Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Sedangkan Pasar Menurut Pengertian secara Meluas adalah tempat bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dan pembeli yang melakukan uang untuk membeli barang dengan harga tertentu. Dan Pengertian Pasar secara Khusus adalah Sebagai sarana distribusi Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya pada konsumen, Sebagai pembentuk harga Di pasar terjadi tawar menawar antara penjual dan pembeli sehingga terbentuklah harga, dan Sebagai sarana promosi Dengan berbagai macam cara para produsen memperkenalkan hasil produksi kepada konsumen sehingga para konsumen berniat membeli barang tersebut.
Definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
Kegiatan faktor produksi adalah kegiatan yang melakukan proses, pengolahan, dan mengubah faktor-faktor produksi dari yang tidak/kurang manfaat/gunanya menjadi memiliki nilai manfaat yang lebih. Faktor- Faktor produksi yang umumnya digunakan adalah tenaga kerja, tanah, dan modal. Kelangkaan pada suatu faktor produksi biasanya akan menyebabkan kenaikan harga faktor produksi tersebut.


B.   Macam – Macam Pasar
Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya, dibagi kedalam beberapa bagian yaitu :
  1. Pasar Persaingan Sempurna
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Perekonomian merupakan pasar persaingan sempuma. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinya sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati ciricirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan disektor pertanian. Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak wujud di dalam praktek.
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli. Dan setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Contoh Pasar persaingan sempurna antara lain, yaitu pasar hasil-hasil produksi pertanian, pasar industri kerajinan tangan oleh rakyat, pasar tenaga kerja pelaksana, bursa efek, pasar uang dan pasar modal, barang konsumsi hasil industri rumah tangga dan sebagainya.  

a.      Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

·         Setiap perusahaan adalah “pengambil harga”
Artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau merubah harga pasar. Adapun perusahaan di dalam pasar tidak akan
menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
·         Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Artinya sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut. Produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan tersebut.
·                Setiap perusahaan menghasilkan barang yang sama Artinya bahwa           barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan oleh produsen A atau B.
·                Banyak perusahaan dalam pasar Artinya karena jumlah perusahan sangat banyak dan relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Menyebabkan kenaikan atau penurunan harga, sedikitpun tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar tersebut.
·                 Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang keadaan di pasar Artinya bahwa pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahanperubahan ke atas harga tersebut. Sehingga produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lain lebih tinggi dan pada yang berlaku di pasar.
b.      Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna
Adapun kelebihan dari Pasar persainag sempurna adalah sebgai berikut:
·         Karena biaya yang tidak terlalu tinggi, penjual bebas membuka maupun meenutup usahanya.
·         Barang yang tersedia di pasar banyak.
·         Penjual dan pembeli mencapai kepuasan maksimum.

c.       Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
·         Penjual tidak dapat memaksimalkan laba Karena laba di tentukan oleh pembeli.
·         Hanya ada dalam kondisi Perekonomian ideal.
·         Pasar persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
·         Pasar persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
·         Pasar persaingan sempurna membatasi pilihan konsumen
·         Biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
·         Distribusi pendapatan tidak selalu merata 
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar.
Terdapat tiga model umum di pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar monopoli, pasar persaingan monopolistik dan oligopoli.

2.     Pasar Monopoli
      Pasar Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “Monopolis”.
      Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar  dimana hanya terdapat satu perusahaan saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang penganti yang sangat dekat. Biasanya keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan Monopoli adalah keuntungan yang melebih normal dan ini diperoleh karena terhadap hambatan yang sangat tangguh yang di hadapi perusahan – perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.    
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang Monopoli dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga.

a.      Karakteristik Pasar monopoli
  • Pasar Monopoli adalah industri satu perusahan
  • Tidak mempunyai barang panganti yang mirip
  • Tidak terdapat  kemungkinan untuk masuk dalam industri
  • Dapat mempengaruhi penentuan harga
Promosi iklan kurang diperlukan

b.      Faktor – faktor yang mempengaruhi Pasar Monopoli
  • Perusahaan monopoli mempunyai sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain
  • Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi.
  • Perusahaan monopoli wujud dan berkembang mulalui UU dan peraturan pemerintah
Kelebihan pasar monopoli:
1) Keuntungan yang didapat produsen tinggi
2) Melindungi barang dan jasa yang menguasai hajat hidup dari produsen yang semena-mena
Kekurangan pasar monopoli:
1) Tidak dapat dimasuki karena diatur pemerintah dan UU
2) Pembeli tidak punya barang substitusi atau pilihan lain
3) Keuntungan terpusat di satu produsen
4) Dapat terjadi eksploitasi pembeli dengan permainan harga

3.     Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantar dua jenis pasar yang ekstrem yaitu pasar persaingan sempurna dan monopoli. Oleh sebab itu sifat – sifatnya mengandung unsur – unsur pasar monopoli dan pasar persaingan monopolistis dapat didefenisikan sebagai suatu pasar  dimana banyak produsen yang mengahasilkan barang yang berbeda corak  (diferentetiated product).
Kemudian dapat di katagorikan pula dari Pasar persaingan Monopolistis adalah pasar dangan banyak penjual yang menawarkan suatu jenis barang dengan dieffisiensi produk yang berbeda – beda dari segi berkualitas bentuk dan ukuran, Contoh pasar persaingan monopolistik antara lain, yaitu pasar obat-obatan, pasar barang ritel seperti sabun, shampoo, pasta gigi, kosmetik, dan sebagainya. Di Indonesia, pasar kosmetik dikuasai oleh beberapa produsen yaitu Sari Ayu dan Mustika Ratu.

  1. Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik
·           Terdapat banyak penjual.
·            Produsen dapat mempengaruhi harga.
·            Produsen lain mudah memasukkan pasar.
·            Promosi penjualan aktif.
Kelebihan pasar monopolistik:
1) Produsen dapat memperoleh keuntungan lebih besar
2) Memacu inovasi dan kreativitas produsen
3) Pembeli tidak mudah berpindah produk
Kekurangan pasar monopolistik:
1) Adanya persaingan ketat antar produsen
2) Biaya untuk memasuki dan menguasai pasar monopolistik mahal (iklan, promosi, uji kualitas produk)

4.     Pasar Oligopoli
Pasar Oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil dari perusahaan. Biasanya struktur dari industri dealam pasar oligopoli adalah :
(i). terdapat beberapa perusahaan raksasa yang          menguasai    sebagian besar pasar oligopoli
(ii). Terdapat pula beberapa perusahaan kecil.
Beberapa perusahaan golongan pertama (yang menguasai pasar) sangat mempengaruhi satu sama lain karena keputusan dan tindakan oleh salah satu daripadanya sangat mempengaruhi perusahan lainnya.
Contoh pasar oligopoli antara lain, yaitu di Indonesia terdapat dengan mudah dijumpai pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif, dan pasar yang bergerak dalam industri berat.

  1. Karakteristik Pasar Oligopoli
·          Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak
·          Kekuasaan menetukan hargaa adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh
·          Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan. 
  1. Faktor – faktor yg menyebabkan kesukaran memasuki pasar Oligopoli
·         Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak
·         Kekuasaan menetukan hargaa adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh
·         Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan. 
Kelebihan pasar oligopoli:
1) Penjual dapat mengendalikan harga
2) Perang harga antar produsen dapat menimbulkan keuntungan bagi konsumen
Kekurangan pasar oligopoli:
1) Adanya persaingan ketat antar produsen
2) Sering terjadi perang harga
3) Butuh investasi besar untuk masuk ke dalam pasar
4) Dapat terjadi kartel atau kerjasama antar produsen yang menghasilkan pasar monopoli

c.      Pengaruh Pasar didalam kehidupan
Pasar terdapat beberapa Pengaruh di dalam menjalankannya di kalangan masyarakat sekeliling kita sehari – hari, adapun kebijakan Pengaruhnya di dalam menjalankan Pasar itu terdapat beberapa Pengaruh pasar  perekonomian yaitu di antaranya :

1.      Kebijakan fiskal dan pengaruhnya terhadap perekonomian
Kebijakan fiskal akan mempengaruhi perekonomian melalui penerimaan negara dan pengeluaran negara. Disamping pengaruh dari selisih antara penerimaan dan pengeluaran (defisit atau surplus), perekonomian juga dipengaruhi oleh jenis sumber penerimaan negara dan bentuk kegiatan yang dibiayai pengeluaran negara.
Di dalam perhitungan defisit atau surplus anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), perlu diperhatikan jenis-jenis penerimaan yang dapat dikategorikan sebagai penerimaan negara, dan jenis-jenis pengeluaran yang dapat dikategorikan sebagai pengeluaran negara. Pada dasarnya yang dimaksud dengan penerimaan negara adalah pajak-pajak dan berbagai pungutan yang dipungut pemerintah dari perekonomian dalam negeri, yang menyebabkan kontraksi dalam perekonomian. Dengan demikian hibah dari negara donor serta pinjaman luar negeri tidak termasuk dalam penerimaan negara.
2.            Kebijakan moneter dan pengaruhnya terhadap perekonomian
Pada dasarnya, kebijaksanaan moneter ditujukan agar likuiditas dalam perekonomian berada dalam jumlah yang “tepat” sehingga dapat melancarkan transaksi perdagangan tanpa menimbulkan tekanan inflasi. Umumnya pelaksanaan pengaturan jumlah likuiditas dalam perekonomian ini dilakukan oleh bank sentral, melalui berbagai instrumen , khususnya open market operations (OMOs).
Dalam melaksanakan OMO, pada umumnya bank sentral menjual atau membeli obligasi negara jangka panjang. Jika likuiditas dalam perekonomian dirasakan perlu ditambah, maka bank sentral akan membeli sejumlah obligasi negara di pasar sekunder, sehingga uang beredar bertambah, dan dilain pihak bila bank sentral ingin mengurangi likuiditas dalam perekonomian, bank sentral akan menjual sebagian obligasi negara yang berada dalam portofolio bank sentral. Perlu difahami bahwa portofolio obligasi negara di bank sentral tersebut memberikan pendapatan kepada bank sentral berupa bunga obligasi.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan dan saran
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa kesimpulan sebagai berikut,
1.      Pasar dalam pengertiannya dapat di kelompokkan terbagi atas 3 pengertian yaitu, Pasar menurut istilah, Sempit, khusus, dan Secara meluas.
2.      Pasar adalah salah satu tempat sarana dan prasarana di mana adanya tarnsaksi jaul beli di antara Produsen dan Konsumen atau penjual dan pembeli, sehingga dapat kita golongkan Pasar itu sangat di perlukan did lam kehidupan kita sehar – hari.
3.      Macam –  macam Pasar terbagi atas 4 macam, yaitu : Pasar persaingan sempurna, Pasar Monopoli, Pasar persaingan Monopolistis, dan yang terakhir Pasar Oligopoli. Pengertiannya Sebagai mana telah di jelaskan di dalam BAB II Pembahasan.
4.      Di dalam kehidupan Pasar pun terdapat pengaruhnya, di antarnya ialah :
Kebijakan fiskal dan pengaruhnya terhadap perekonomian, dan yang terakhir Kebijakan Monoter dan pengaruhnya terhadap Perekonomian.

Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar