TUGAS SOFTSKILL
(TEORI ORGANISASI UMUM 2#)

NAMA : HARUM RAHAYU
KELAS : 2KA09
NPM : 19113721
DOSEN : Elvia Fardiana
NPM : 19113721
DOSEN : Elvia Fardiana
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN 2014/2015
TAHUN 2014/2015
Daftar Isi
KataPengantar……………………………...……………..............................…..2
Daftar Isi…………………………………...............................….......………….3
Bab 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang………………………..………..………...............................…4
Ruang Lingkup………………..………………………………….....................4
Rumusan Masalah……………………….…………………….........……...….4
Tujuan……………………………………………...…..........……………...….5
Bab 2
PEMBAHASAN
Pasar Persaingan Sempurna.…....…………………………………… ……….6
Pasar Persaingan Tidak Sempurna......................................…...………….. ….7
Mikro Ekonomi....................………………...............…. ……………….....…7
PEMBAHASAN
Pasar Persaingan Sempurna.…....…………………………………… ……….6
Pasar Persaingan Tidak Sempurna......................................…...………….. ….7
Mikro Ekonomi....................………………...............…. ……………….....…7
Bab 3
KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan……………………………………………………………….....…9
Saran………………………………………………………………………….....9
Daftar Pustaka.................................................................................................................9
KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan……………………………………………………………….....…9
Saran………………………………………………………………………….....9
Daftar Pustaka.................................................................................................................9
Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan-Nya makalah Ilmu Budaya Dasar yang
bertema “ Teori Perilaku Konsumen & Teori Produsen“ ini dapat
diselesaikan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Elvia Fardiana
selaku Dosen Teori Organisasi Umum 2, Universitas Gunadarma. Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2(Softskill).
Saya menyadari makalah ini belum sempurna.
Saya menyadari makalah ini belum sempurna.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca, demi kesempurnaan pembuatan makalah ini di hari yang akan
datang. Saya ingin mengucapkan terima kasih pada beberapa pihak yang telah
berjasa dalam penyusunan makalah ini. Semoga Tuhan membalas kebaikannya dengan
berkat yang lebih besar. Terima kasih.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami dan
umumnya bagi pembaca.
Depok, 12 Juni 2015
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Sebagai mana telah kita ketahui bersama Pasar, yaitu salah satu tempat di
mana adanya transaksi jual beli
atau penukaran secara Barter antara satu barang dengan barang yang lainnya.
Kemudian seperti pendapat Pakar para ahli ilmu ekonomi salah satunya yaitu
menurut Adam Smith telah menerangkan apabila setiap individu dalam masyarakat
diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang di inginkan mereka maka
kebebasan ini akan mewujudkan efesiensi yang tinggi dalam kegiatan Ekonomi
Negara dan dalam jangka panjang kebebasan tersebut akan mewujudkan pertumbuhan
yang teguh.
Dan di ungkapkan kembali oleh Adam Smith apabila pemerintah tidak secara
aktif terlibat dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi maka perekonomian tersebut
akan dengan sendirinya mengatur dan membuat penyesuaian di dalam berbagai aspek
kegiatan Ekonomi.
Maka dengan demikian Pasar
yang telah hadir di kalangan manusia dari beberapa abad yang silam hingga hari
ini, itu merupakan salah satu budaya atau tradisi di dalam suatu kelompok atau
masyarakat pada umumnya. Pasar pun memiliki ketergantungan khusus di dalam
kalangan manusia yang di sebabkan factor kebutuhan masyarakat pada umumnya.
Perilaku Sosial pun sangat di perlukan pada keberlangsungan aktivitas yang ada
di pasar sehingga dari situ masyarakat dapat menjalin lebih komunikatif pada
pendekatan di antara Konsumen dan Produsen.
Jadi, Pasar sangatlah di perlukan di dalam kehidupan sehari – hari demi
memenuhi kebutuhan Primer, sekunder dan Tersier. Dan pasar juga sangat
tergantung dengan sistem pemerintahan untuk menstabilkan harga dalam transaksi
jual beli.
B.
Teori Dan Landasan Masalah
Adapun teori dan landasan di dalam penulisan Makalah kami ini adalah
sebagai berikut :
1. Pengertian dari
Pasar
2. Macam – macam
Pembagian Pasar
3. Pengaruh Pasar
terhadap Masyarakat banyak
Dari uraian di atas kami akan semaksimal mungkin untuk menjelaskan defenisi
– defenisi dan pengaruh Pasar di kalangan Masyarakat banyak pada khususnya.
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan Penjelasan Latar belakang di atas di dalam Penulisan Makalah,
akan kami angkat permasalahan, yang terdapat mengenai isi di dalam makalah yang tercantum di bawah
ini :
1. Apakah Pengartian Pasar ?
2. Uraikanlah Macam – macam defenisi Pasar ?
3. Apa Pengaruh pasar terhadap Masyarakat
banyak ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pasar
Pasar menurut pengertian Istilah ialah suatu
tempat dimana pembeli dan penjual berinteraksi dalam menentukan harga dan
jumlah barang yang ingin dibeli atau dijual, Dalam pengertian yang sederhana
atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan
pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan
tempat tertentu. Sedangkan Pasar Menurut Pengertian secara Meluas adalah tempat
bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dan
pembeli yang melakukan uang untuk membeli barang dengan harga tertentu. Dan
Pengertian Pasar secara Khusus adalah Sebagai sarana distribusi Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik
secara langsung maupun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya pada
konsumen, Sebagai pembentuk harga Di pasar terjadi tawar menawar antara penjual
dan pembeli sehingga terbentuklah harga, dan Sebagai sarana promosi Dengan berbagai macam cara para produsen
memperkenalkan hasil produksi kepada konsumen sehingga para konsumen berniat
membeli barang tersebut.
Definisi pasar secara luas
menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi
kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
Pada umumnya suatu transaksi
jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi
pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
Kegiatan faktor produksi
adalah kegiatan yang melakukan proses, pengolahan, dan mengubah faktor-faktor
produksi dari yang tidak/kurang manfaat/gunanya menjadi memiliki nilai manfaat
yang lebih. Faktor- Faktor produksi yang umumnya digunakan adalah tenaga kerja,
tanah, dan modal. Kelangkaan pada suatu faktor produksi biasanya akan
menyebabkan kenaikan harga faktor produksi tersebut.
B.
Macam – Macam Pasar
Struktur
pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya, dibagi kedalam
beberapa bagian yaitu :
- Pasar Persaingan Sempurna
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal karena
dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya
kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya.
Perekonomian merupakan pasar persaingan sempuma. Akan tetapi dalam prakteknya
tidaklah mudah untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya
digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinya
sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati
ciricirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan disektor pertanian.
Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak wujud di
dalam praktek.
Pasar persaingan sempurna
dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak
penjual dan pembeli. Dan setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat
mempengaruhi keadaan di pasar.
Contoh Pasar persaingan sempurna antara lain, yaitu pasar hasil-hasil produksi pertanian, pasar
industri kerajinan tangan oleh rakyat, pasar tenaga kerja pelaksana, bursa
efek, pasar uang dan pasar modal, barang konsumsi hasil industri rumah tangga
dan sebagainya.
a. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
·
Setiap perusahaan adalah “pengambil harga”
Artinya suatu perusahaan yang
ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau merubah harga pasar. Adapun
perusahaan di dalam pasar tidak akan
menimbulkan perubahan ke atas
harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi
diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
·
Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Artinya sekiranya perusahaan
mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini
dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan
kegiatan di industri tersebut. Produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan
kegiatan tersebut.
·
Setiap perusahaan menghasilkan barang yang sama
Artinya bahwa barang yang
dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Pembeli tidak
dapat membedakan yang mana dihasilkan oleh produsen A atau B.
·
Banyak perusahaan dalam pasar Artinya karena jumlah
perusahan sangat banyak dan relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah
produksi dalam industri tersebut. Menyebabkan kenaikan atau penurunan harga,
sedikitpun tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar tersebut.
·
Pembeli
mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang keadaan di pasar Artinya bahwa
pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahanperubahan ke atas
harga tersebut. Sehingga produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga
yang lain lebih tinggi dan pada yang berlaku di pasar.
b.
Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna
Adapun kelebihan dari Pasar persainag sempurna adalah sebgai berikut:
·
Karena biaya yang tidak terlalu tinggi, penjual bebas
membuka maupun meenutup usahanya.
·
Barang yang tersedia di pasar banyak.
·
Penjual dan pembeli mencapai kepuasan maksimum.
c.
Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
·
Penjual tidak dapat memaksimalkan laba Karena laba di
tentukan oleh pembeli.
·
Hanya ada dalam kondisi Perekonomian ideal.
·
Pasar persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
·
Pasar persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya
sosial
·
Pasar persaingan sempurna membatasi pilihan konsumen
·
Biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna mungkin
lebih tinggi
·
Distribusi pendapatan tidak selalu merata
Pasar persaingan tidak
sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang
mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar.
Terdapat tiga model umum di
pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar monopoli, pasar persaingan
monopolistik dan oligopoli.
2.
Pasar Monopoli
Pasar
Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu
bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual
yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau
sering disebut sebagai “Monopolis”.
Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang penganti yang sangat dekat. Biasanya keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan Monopoli adalah keuntungan yang melebih normal dan ini diperoleh karena terhadap hambatan yang sangat tangguh yang di hadapi perusahan – perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.
Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang penganti yang sangat dekat. Biasanya keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan Monopoli adalah keuntungan yang melebih normal dan ini diperoleh karena terhadap hambatan yang sangat tangguh yang di hadapi perusahan – perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.
Sebagai penentu harga
(price-maker), seorang Monopoli dapat menaikan atau mengurangi harga
dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang
yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan
harga.
a.
Karakteristik Pasar monopoli
- Pasar Monopoli adalah industri satu perusahan
- Tidak mempunyai barang panganti yang mirip
- Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk dalam industri
- Dapat mempengaruhi penentuan harga
Promosi iklan kurang diperlukan
b.
Faktor – faktor yang mempengaruhi Pasar Monopoli
- Perusahaan monopoli mempunyai sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain
- Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi.
- Perusahaan monopoli wujud dan berkembang mulalui UU dan peraturan pemerintah
Kelebihan pasar monopoli:
1) Keuntungan yang didapat produsen tinggi
2) Melindungi barang dan jasa yang menguasai hajat hidup dari produsen yang
semena-mena
Kekurangan pasar monopoli:
1) Tidak dapat dimasuki karena diatur pemerintah dan UU
2) Pembeli tidak punya barang substitusi atau pilihan lain
3) Keuntungan terpusat di satu produsen
4) Dapat terjadi
eksploitasi pembeli dengan permainan harga
3.
Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik
pada dasarnya adalah pasar yang berada diantar dua jenis pasar yang ekstrem
yaitu pasar persaingan sempurna dan monopoli. Oleh sebab itu sifat – sifatnya
mengandung unsur – unsur pasar monopoli dan pasar persaingan monopolistis dapat
didefenisikan sebagai suatu pasar dimana
banyak produsen yang mengahasilkan barang yang berbeda corak (diferentetiated product).
Kemudian dapat di katagorikan
pula dari Pasar persaingan Monopolistis adalah pasar dangan banyak penjual yang
menawarkan suatu jenis barang dengan dieffisiensi produk yang berbeda – beda
dari segi berkualitas bentuk dan ukuran, Contoh pasar persaingan monopolistik
antara lain, yaitu pasar obat-obatan, pasar barang ritel seperti sabun,
shampoo, pasta gigi, kosmetik, dan sebagainya. Di Indonesia, pasar kosmetik
dikuasai oleh beberapa produsen yaitu Sari Ayu dan Mustika Ratu.
- Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik
·
Terdapat banyak penjual.
·
Produsen dapat mempengaruhi harga.
·
Produsen lain mudah memasukkan
pasar.
·
Promosi penjualan aktif.
Kelebihan
pasar monopolistik:
1)
Produsen dapat memperoleh keuntungan lebih besar
2)
Memacu inovasi dan kreativitas produsen
3)
Pembeli tidak mudah berpindah produk
Kekurangan
pasar monopolistik:
1)
Adanya persaingan ketat antar produsen
2) Biaya untuk memasuki dan menguasai pasar
monopolistik mahal (iklan, promosi, uji kualitas produk)
4.
Pasar Oligopoli
Pasar Oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil dari perusahaan.
Biasanya struktur dari industri dealam pasar oligopoli adalah :
(i). terdapat beberapa
perusahaan raksasa yang menguasai sebagian besar pasar oligopoli
(ii). Terdapat pula beberapa
perusahaan kecil.
Beberapa perusahaan golongan
pertama (yang menguasai pasar) sangat mempengaruhi satu sama lain karena
keputusan dan tindakan oleh salah satu daripadanya sangat mempengaruhi perusahan
lainnya.
Contoh pasar oligopoli antara
lain, yaitu di Indonesia terdapat dengan mudah dijumpai pasar semen, pasar
layanan operator selular, pasar otomotif, dan pasar yang bergerak dalam
industri berat.
- Karakteristik Pasar Oligopoli
·
Menghasilkan barang standar maupun barang
berbeda corak
·
Kekuasaan menetukan hargaa adakalanya lemah dan
adakalanya sangat tangguh
·
Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu
melakukan promosi secara iklan.
- Faktor – faktor yg menyebabkan kesukaran memasuki pasar Oligopoli
·
Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda
corak
·
Kekuasaan menetukan hargaa adakalanya lemah dan
adakalanya sangat tangguh
·
Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan
promosi secara iklan.
Kelebihan pasar oligopoli:
1) Penjual dapat mengendalikan harga
2) Perang harga antar produsen dapat menimbulkan keuntungan bagi konsumen
Kekurangan pasar oligopoli:
1) Adanya persaingan ketat antar produsen
2) Sering terjadi perang harga
3) Butuh investasi besar untuk masuk ke dalam pasar
4) Dapat terjadi
kartel atau kerjasama antar produsen yang menghasilkan pasar monopoli
c.
Pengaruh Pasar didalam kehidupan
Pasar terdapat beberapa Pengaruh di dalam menjalankannya di kalangan
masyarakat sekeliling kita sehari – hari, adapun kebijakan Pengaruhnya di dalam
menjalankan Pasar itu terdapat beberapa Pengaruh pasar perekonomian yaitu di antaranya :
1.
Kebijakan fiskal dan pengaruhnya terhadap perekonomian
Kebijakan fiskal akan mempengaruhi perekonomian melalui penerimaan negara
dan pengeluaran negara. Disamping pengaruh dari selisih antara penerimaan dan
pengeluaran (defisit atau surplus), perekonomian juga dipengaruhi oleh jenis
sumber penerimaan negara dan bentuk kegiatan yang dibiayai pengeluaran negara.
Di dalam perhitungan defisit atau surplus anggaran pendapatan dan belanja
negara (APBN), perlu diperhatikan jenis-jenis penerimaan yang dapat
dikategorikan sebagai penerimaan negara, dan jenis-jenis pengeluaran yang dapat
dikategorikan sebagai pengeluaran negara. Pada dasarnya yang dimaksud dengan
penerimaan negara adalah pajak-pajak dan berbagai pungutan yang dipungut
pemerintah dari perekonomian dalam negeri, yang menyebabkan kontraksi dalam
perekonomian. Dengan demikian hibah dari negara donor serta pinjaman luar
negeri tidak termasuk dalam penerimaan negara.
2.
Kebijakan moneter dan pengaruhnya terhadap perekonomian
Pada dasarnya, kebijaksanaan moneter ditujukan agar likuiditas dalam
perekonomian berada dalam jumlah yang “tepat†sehingga dapat melancarkan
transaksi perdagangan tanpa menimbulkan tekanan inflasi. Umumnya pelaksanaan
pengaturan jumlah likuiditas dalam perekonomian ini dilakukan oleh bank
sentral, melalui berbagai instrumen , khususnya open market operations (OMOs).
Dalam melaksanakan OMO, pada umumnya bank sentral menjual atau membeli
obligasi negara jangka panjang. Jika likuiditas dalam perekonomian dirasakan
perlu ditambah, maka bank sentral akan membeli sejumlah obligasi negara di
pasar sekunder, sehingga uang beredar bertambah, dan dilain pihak bila bank
sentral ingin mengurangi likuiditas dalam perekonomian, bank sentral akan
menjual sebagian obligasi negara yang berada dalam portofolio bank sentral.
Perlu difahami bahwa portofolio obligasi negara di bank sentral tersebut
memberikan pendapatan kepada bank sentral berupa bunga obligasi.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan dan saran
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa kesimpulan
sebagai berikut,
1.
Pasar dalam pengertiannya dapat di kelompokkan terbagi atas 3 pengertian yaitu,
Pasar menurut istilah, Sempit, khusus, dan Secara meluas.
2.
Pasar adalah salah satu tempat sarana dan prasarana di mana adanya tarnsaksi
jaul beli di antara Produsen dan Konsumen atau penjual dan pembeli, sehingga
dapat kita golongkan Pasar itu sangat di perlukan did lam kehidupan kita sehar
– hari.
3.
Macam – macam Pasar terbagi atas 4
macam, yaitu : Pasar persaingan sempurna, Pasar Monopoli, Pasar persaingan
Monopolistis, dan yang terakhir Pasar Oligopoli. Pengertiannya Sebagai mana
telah di jelaskan di dalam BAB II Pembahasan.
4.
Di dalam kehidupan Pasar pun terdapat pengaruhnya, di antarnya ialah :
Kebijakan fiskal dan
pengaruhnya terhadap perekonomian, dan yang terakhir Kebijakan Monoter dan
pengaruhnya terhadap Perekonomian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar